<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Islam Bangets</title>
	<atom:link href="http://thereligion.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thereligion.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Feb 2008 06:15:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thereligion.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Islam Bangets</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thereligion.wordpress.com/osd.xml" title="Islam Bangets" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thereligion.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/14/hello-world/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 04:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkenalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Lam knal aj ma gw&#8230; Gw sbgi Administrator cm mw memperkenalkan diri doank nech&#8230; Nama gw Hary Surya C, gw msh kuliah di suatu perguruan tinggi swasta yg ada di Indonesia tepatnya di Jakarta&#8230;Gw cm mw ngasih tau aja klo loe2 pada ngliat blog gw ini tlong tinggalin comment ya, walau apapun yg loe comment [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=1&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lam knal aj ma gw&#8230; Gw sbgi Administrator cm mw memperkenalkan diri doank nech&#8230; Nama gw Hary Surya C, gw msh kuliah di suatu perguruan tinggi swasta yg ada di Indonesia tepatnya di Jakarta&#8230;<span id="more-1"></span>Gw cm mw ngasih tau aja klo loe2 pada ngliat blog gw ini tlong tinggalin comment ya, walau apapun yg loe comment ke gw Insya Allah gw Reply secepatnya tp ingt jgn sekali-kali loe comment yg berhubungan dgn yg Pornografi dan Pornoaksi&#8230; Otreh..</p>
<p>Ya udah segitu aja ye&#8230; Thanx a Lot..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=1&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata dari Jeddah</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/kisah-nyata-dari-jeddah/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/kisah-nyata-dari-jeddah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 04:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/kisah-nyata-dari-jeddah/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda yang baru saja beberapa bulan ditinggal wafat ayahnya sedang berkumpul dengan teman-temannya, ia memang mempunyai &#8220;acara khusus&#8221; setiap minggunya dengan teman-temannya untuk berkumpul sambil menonton VCD porno di rumah mendiang ayahnya, demikian acara itu berlanjut setiap minggunya.Malam itu setelah selesai dari perkumpulannya, ia tertidur lelap dan bermimpi, ia sedang menuju makam ayahnya, tiba-tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=20&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda yang baru saja beberapa bulan ditinggal wafat ayahnya sedang berkumpul dengan teman-temannya, ia memang mempunyai &#8220;acara khusus&#8221; setiap minggunya dengan teman-temannya untuk berkumpul sambil menonton VCD porno di rumah mendiang ayahnya, demikian acara itu berlanjut setiap minggunya.<span id="more-20"></span>Malam itu setelah selesai dari perkumpulannya, ia tertidur lelap dan bermimpi, ia sedang menuju makam ayahnya, tiba-tiba ia mencium bau yang sangat busuk dari pusara ayahnya, lalu ia mendengar suara ayahnya sambil mengerang, seakan-akan menahan sakit, &#8220;Anakku, sampai kapan kau akan menyiksaku di alam kubur, ketahuilah setiap kali kalian berkumpul dirumahku dan menyaksikan film porno itu aku didatangi dua malaikat penyiksa, yang satu menuangkan cairan busuk yang keluar dari farji para pelacur yang sedang dalam siksaan kubur, dan malaikat yang lain menimpakan bara api disekujur tubuhku, mereka terus berbuat demikian dan tidak berhenti sebelum kalian selesai dari acara keparat itu dirumahku, mereka datang untuk menyiksaku seperti itu setiap minggu bertepatan waktunya dengan berkumpulnya kalian, hentikan perbuatanmu wahai anakku, kembalilah kepada Allah untuk bertobat..&#8221; anak itu tersentak dari tidurnya dalam keadaan gundah, ia tak tahu harus berbuat apa, ia terus berfikir dan berfikir, maka cahaya Hidayah pun menerangi kalbunya, ia bertobat kepada Allah swt dan mulai menjalani Cahaya petunjuk, ia berniat pada malam yang biasanya ia mengadakan acara tercela itu dirumahnya, ia akan mengadakan acara maulid Nabi besar Muhammad saw, setiap minggunya, ditempat dan waktu yang sama.</p>
<p>Ia menceritakan mimpi dan niatnya pada teman-temannya, merekapun setuju dengan pendapat itu, acarapun berlangsung, para pemuda yang dipenuhi cahaya tobat, maka berkumpullah hati yang dipenuhi penyesalan dan merasa sangat bersalah terhadap Maha Raja Langit dan Bumi, maka rumah itu kini terlihat dari langit bagaikan bintang gemerlapan, sebagaimana penduduk bumi memandang bintang gemerlapan dilangit, rumah yang beberapa hari yang lalu dipenuhi perbuatan yang menggetarkan pintu Kemurkaan Allah, kini di rumah itu berkumpullah hamba-hamba Nya untuk melangsungkan amal yang mengguncang pintu Rahmat Rabbul&#8217;alamin. Malam itu sang pemuda kembali bermimpi, seraya menziarahi makam ayahnya, ia mencium bau wangi yang sangat Indah, wangi Misk Kesturi, ia teringat bahwa wangi Misk Kesturi adalah wangi tubuhnya Rasulullah saw (tercantum dlm kitab Syama&#8217;il, oleh Imam Tirmidzy), lalu ia mendengar suara ayahnya dengan penuh kelembutan, &#8220;Allah melimpahkan rahmat Nya padamu wahai anakku, aku dihentikan dari segala siksa kubur karena tobatmu, dan amal perbuatanmu, aku dihadiahi Mahkota oleh Rasul saw karena rumahku dijadikan tempat menampung para tamu Rasulullah saw&#8221;.</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra, Sabda Rasulullah saw <b>&#8220;Tiga perbuatan yang masih bersambung setelah kematian : Ilmu yang bermanfaat, Shadaqah yang terus mengalir (seperti masjid, atau penerang masjid dll), dan Anak Shalih yang mendo&#8217;akannya..!&#8221;.</b> (Hadits Hasan Riwayat Imam Tirmidzy)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=20&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/kisah-nyata-dari-jeddah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Samudra Ilahiyah</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/samudra-ilahiyah/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/samudra-ilahiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 04:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/samudra-ilahiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Kubangkitkan ruhmu di alam arwah, maka ruhmu mengembara dialam arwah selama waktu yang Kuinginkan, lalu Kukumpulkan semua makhluk Ku di hadapan Ku, Kutanyakan kepada langit, bumi dan gunung gunung, maukah mereka mengemban kepemimpinan di muka bumi, mereka bungkam, tak satupun makhluk Ku sanggup mengemban kepemimpinan di bumi Ku, lalu kalian menyanggupi tugas itu, maka kuangkatlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=19&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kubangkitkan ruhmu di alam arwah, maka ruhmu mengembara dialam arwah selama waktu yang Kuinginkan, lalu Kukumpulkan semua makhluk Ku di hadapan Ku, Kutanyakan kepada langit, bumi dan gunung gunung, maukah mereka mengemban kepemimpinan di muka bumi, mereka bungkam, tak satupun makhluk Ku sanggup mengemban kepemimpinan di bumi Ku, lalu kalian menyanggupi tugas itu, maka kuangkatlah kalian sebagai khalifah di muka bumi, kubiarkan ruh mu bertebaran dialam Ku, lalu kupilih kalian satu persatu untuk bertugas, Ku pilih ruh kalian satu sama lain untuk bergantian memimpin di bumi Ku, yang terdahulu merupakan ayah bagi yang datang kemudian. Kutebarkan bibit-bibit seluruh manusia di sulbi Adam, tidaklah ada manusia yang menginjak bumi, terkecuali telah kusiapkan bibit tubuhnya di sulbi adam.<span id="more-19"></span>Wahai Hambaku, ketika waktu yang Kukehendaki telah tiba untuk memunculkanmu di muka bumi, Kutebarkan 1 milyar sel dari sulbi ayahmu ke tubuh ibumu, dan dirimu ada diantara 1 milyar sel itu, maka tak ada yang berhasil hidup selamat dan mencapai alam rahim kecuali satu sel saja, itulah dirimu.., maka Kupelihara kejadianmu 40 hari pertama masih berupa sel, 40 hari kedua engkau berubah menjadi segumpal darah, lalu dengan kasih sayang Ku yang menyelubungimu 40 hari ketiga engkau berubah menjadi daging, Lalu dengan Kelembutan Ku 40 hari kemudian Kuciptakan untukmu mata, telinga, mulut, tangan kaki, kujadikan tulang tulang penguat untukmu, dengan kadar kekuatan yang kutentukan, lalu kubungkus daging, dan diatasnya sebagai lapisan terluar adalah kulit yang padanya beribu fungsi, dengan kebutuhan dan manfaatnya yang telah kutentukan pula, lalu kujadikan darah terus mengalir kesekujur tubuhmu, jantung yang memompanya, paru-paru yang memompa udara keseluruh tubuhmu, lambung yang menyaring makanan di tubuhmu, kujadikan pula sepasang mata agar engkau melihat, telinga agar engkau mendengar, lidah agar engkau berkata-kata, lalu setelah sempurna tubuhmu untuk memangku ruhmu, Kuhembuskan ruhmu ke tubuhmu, maka ruhmu melayang meninggalkan alam ruh, menuju alam rahim, maka bergeraklah dan berfungsilah tubuhmu dialam rahim,</p>
<p>Setelah tubuhmu siap untuk menerima kehidupan bumi, maka kutentukan rasa sakit yang luar biasa pada ibumu, agar menjadi bukti yang mengikatmu untuk selalu patuh kepadanya kelak, Maka lahirlah engkau ke bumiku, Kutitipkan kasih sayang Ku dan Pemeliharaanmu kepada ayah dan ibumu untuk mewakili kasih sayangku, yang akan mengayomimu hingga engkau dapat berdikari, mereka akan membimbingmu mengenal benda-benda, menuntunmu berjalan, berbicara, dan mengenalkan kepadamu baik dan buruk, kupenuhi sanubari ibumu dengan kasih sayang, agar ia rela mengorbankan segalanya demi kelembutannya padamu, lantas kusiapkan pula kelembutan dan kasih sayang pada sanubari orang-orang lain yang akan mengayomimu kelak, lalu engkau menjadi manusia dewasa yang bertebaran dibumiku, engkaupun melihat, mendengar, bernafas, makan dan minum dibumiku, yang tak satupun perbuatan kalian terkecuali Kusaksikan.., Kulihat.., Kudengar..,</p>
<p>Kuutus pula untukmu semulia-mulia Rasul dari bangsamu, yang sangat berat memikirkan penderitaan yang menimpamu, selalu berusaha menjagamu dari bencana, dan sangat berlemah lembut pada hamba-hamba Ku yang mu&#8217;min, Ia membawa semua Rahmat Ku yang sudah kuperbolehkan untuk engkau dapatkan, maka setelah kutunjukkan kepadamu jalan yang semestinya kau tempuh, maka kulihat apakah yang kau perbuat, bersyukur atau kufur (kufur dalam bahasa arab adalah berpaling, sedangkan kafir adalah orang yang berpaling, bisa termasuk orang yang diluar islam, bisa juga pada keislaman seseorang, lain dengan kafir yang difahami di Indonesia, yang berarti keluar dari islam),</p>
<p>Setelah segala kemuliaan dan keluhuran kuizinkan untukmu, namun engkaupun berbuat kehinaan yang tak Ku kehendaki engkau melakukannya dimuka bumi Ku, setelah engkau tenggelam dalam kehinaan, dan melampaui batas dalam berbuat kesalahan, sehingga engkau semakin jauh dari Ku, maka engkau kupanggil untuk kembali kepada Ku, agar engkau jangan berputus asa dari kasih sayang Ku, sangat mudah bagi Ku mengampuni seluruh dosamu, asalkan kau kembali bersama Ku, Aku bersamamu ketika engkau mengingat Ku, apabila engkau menyebut nama Ku, maka Akupun menyebut namammu, apabila engkau mendekat kepada Ku dengan merangkak, maka Aku akan mendekat kepada dengan lebih cepat.</p>
<p>Sampailah waktu kehidupanmu di bumiku selesai, maka engkau harus meninggalkan kehidupan bumi, dengan lebih dulu merasakan kepedihan yang jauh lebih besar dari kepedihan yang dirasakan ibumu saat engkau memasuki bumiku, Maka kau berpindah dengan Kehendak Ku ke alam Barzakh, Ruhmu tercabut dari tubuhmu, Kau berpisah dengan semua yang kau lihat, berpisah dengan semua yang kau dengar, berpisah dengan semua yang kau kenal, berpisah dengan semua hartamu, berpisah dengan semua saudaramu, berpisah dengan semua orang yang kau cintai, berpisah dengan semua orang yang mencintaimu, berpisah dengan semua orang yang kau benci, berpisah dengan semua orang yang membencimu, berpisah dengan segala galanya selain Ku..</p>
<p>Engkau akan dimandikan oleh saudara saudaramu yang masih kuizinkan hidup, mereka menanggalkan seluruh pakaianmu, dan menggantikan kain putih dan beberapa pengikat kafan untuk hartamu yang terakhir, mereka mengantarmu ke dalam lobang kuburmu, sebuah lobang di perut bumi yang gelap dan lembab itulah rumahmu selanjutnya sebagai ganti rumahmu yang kini kau masih tinggali, mereka meletakkanmu sendirian, membuka kain yang menutup wajahmu, lalu memiringkan tubuhmu agar wajahmu mencium tanah, lalu sedikit demi sedikit kau ditimbun, mereka menangisimu.., lalu mereka meninggalkanmu sendiri.., tak satupun dari kekasihmu yang perduli keadaanmu selanjutnya, mereka tak akan mau menemanimu disitu, Saat itu Engkau kembali pada Ku, Hanya bersama Ku.., Hanya bersama Ku.., Hanya bersama Ku..,</p>
<p><b>INNAA LILLAAH WA INNAA ILAIHI RAAJI&#8217;UUN (SUNGGUH KAMI ADALAH MILIK ALLAH, DAN KAMI AKAN KEMBALI KEPADA NYA)</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=19&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/13/samudra-ilahiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Hunain</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/peristiwa-hunain/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/peristiwa-hunain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 05:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/peristiwa-hunain/</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian mulia di bulan syawal tahun ke 8 Hijriyah, ketika para kuffar diluar Makkah mendengar peristiwa Fath Makkah, maka Malik bin Auf Annadhariy berkumpul bersama kelompok Hawazin, Tsaqif dll untuk berpadu melawan muslimin sebagai pembalasan atas kejadian Fatah Makkah yg terjadi di akhir bulan ramadhan pada tahun yg sama, maka Rasul saw keluar menuju Medan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=18&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejadian mulia di bulan syawal tahun ke 8 Hijriyah, ketika para kuffar diluar Makkah mendengar peristiwa Fath Makkah, maka Malik bin Auf Annadhariy berkumpul bersama kelompok Hawazin, Tsaqif dll untuk berpadu melawan muslimin sebagai pembalasan atas kejadian Fatah Makkah yg terjadi di akhir bulan ramadhan pada tahun yg sama, maka Rasul saw keluar menuju Medan Hunain pada tanggal 6 Syawal tahun ke 8 Hijriyah bersama 12.000 muslimin.<span id="more-18"></span>Pasukan Kuffar telah menyiapkan perangkap licik atas muslimin, sebagaimana di masa itu bahwa peperangan selalu diadakan dengan kejujuran dan ksatria, saling berhadapan kedua pasukan dan peperangan dimulai dengan aba aba, namun kali ini kuffar berusaha berbuat kelicikan demi kemenangan mereka, Maka ketika pasukan muslimin sampai di Medan Hunain, mereka tak melihat seorangpun pasukan musyrikin, namun tiba tiba keluarlah ribuan pasukan musyrik dari balik batu dan celah celah bukit dan tanah, mereka langsung menghujani pasukan muslimin dengan ribuan panah, dan kacau balaulah pasukan muslimin. Ribuan pasukan muslimin itu berhamburan kesana kemari menghindari ribuan serangan panah itu dan mereka meninggalkan shaf, maka disaat yg demikian genting itu Rasul saw berteriak dengan kerasnya : &#8220;Berkumpullah padaku wahai para muslimin..!, aku Muhammad keturunan Abdumuttalib..!&#8221;, seruan ini tidak lain agar menyatukan kembali semangat muslimin yg berhamburan terkena serangan panah,</p>
<p>Namun karena kacau balaunya keadaan maka sebagian besar muslimin tak sempat mendengarkan komando tsb, dan tersisalah sekitar 120 orang saja dari Muhajirin dan Anshar, diantara mereka adalah para sahabat besar dan ahlulbait beliau saw yaitu Abubakar shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Ali bin Abi Thalib kw, dan Abbas bin Abdulmuttalib ra yg terus mengitari Rasul saw, melihat keadaan itu maka Rasul saw bukanlah lari bersembunyi menghindari kemungkinan serangan musuh yg akan tertuju kepada beliau saw, namun beliau saw justru maju sendiri menyerang musuh seraya berkata : &#8220;Aku Nabi yg tak berdusta.., aku keturunan Abdulmuttalib..! (Shahih Bukhari), Maka perbuatan Rasulullah saw ini mengembalikan semangat mereka yg terpecah belah, hingga sedikit demi sedikit mereka mulai kembali ke shaf dan berpadu kembali, peperangan berakhir dengan kemenangan muslimin..</p>
<p>Sekembalinya dari perang hunain, Rasul saw membagi bagi ghanimah kepada banyak muslimin, terkecuali Anshar, beliau saw tak memberi bagian pada Anshar, maka ada beberapa kaum Anshar yg berkata : &#8220;Jika dalam kesulitan kamilah yg dipanggil, namun saat pembagian Ghanimah kami tak diberi&#8221;, ketika ucapan ini sampai kepada Nabi saw, maka Rasul saw mengumpulkan kaum Anshar, seraya berkata : &#8220;Aku berikan dunia untuk mereka, dan aku berikan diriku untuk kalian wahai kaum Anshar, cukupkah diriku ini yg kuberikan untuk kalian..?, mereka pulang membawa harta sedangkan kalian pulang mendapatkanku.., cukupkah bagi kalian..?&#8221;, maka kaum Anshar bertakbir, seraya menjawab.., cukup wahai Rasulullah.., sungguh inilah anugerah terbesar bagi kami..!</p>
<p>Demikianlah ciri pemimpin yg penyantun, pemimpin yg mulia, pemimpin yg sangat bijaksana, padahal bisa saja Nabi saw berkata dg tegas : &#8220;kalian adalah orang berada, kalian tidak berhak atas harta ini!&#8221;, namun beliau saw yg lemah lembut, sangat menjaga perasaan, maka beliau saw berucap dg sedemikian indahnya demi menenangkan kaum Anshar,</p>
<p>Semoga Allah swt menyatukan shaf dan kelompok muslimin yg terpecah belah, demi semangat Hunain di bulan syawal ini Yaa Rahman.. Yaa Rahim.., padukan semangat muslimin dalam satu Panji, panji Rasulullah saw dan ketakwaan, hancur leburkan kekuatan musuh musuh kami, pecah belahkan lah kelompok mereka, dan kemudian kikislah kebatilan di permukaan Bumi dan gantikanlah dg kemuliaan dan Hidayah, Datangkan pada kami hujan yg membawa Rahmat dan Jauhkanlah hujan yg membawa musibah,</p>
<p>Wahai Allah datangkanlah segala yg membawa Rahmat bagi kami dan jauhkanlah segala yg membawa musibah, curahkan atas kami pengampunan, undang kami pada agungnya sujud, undang kami pada ledzatnya shalat, kenalkan kami pada indahnya munajat.., amiin..aminn..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=18&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/peristiwa-hunain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Rahasia Bersedekah</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/di-balik-rahasia-bersedekah/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/di-balik-rahasia-bersedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 04:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/di-balik-rahasia-bersedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Sayyidah Aisyah Ra, Beliau menceritakan tentang pertemuan wanita dengan Nabi Muhammad SAW, yang tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata : “Wahai Nabi Allah sudikah kiranya engaku momohon kepada Allah SWT semoga Dia (Allah) menyembuhkan tanganku.” Nabi bersabda kepadanya : ”Apa yang menyebabkan tanganmu lumpuh?”, wanita itu menceritakan kepada Rasulullah SAW : ”Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=17&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Sayyidah Aisyah Ra, Beliau menceritakan tentang pertemuan wanita dengan Nabi Muhammad SAW, yang tangan kanannya dalam keadaan lumpuh. Wanita itu berkata : “Wahai Nabi Allah sudikah kiranya engaku momohon kepada Allah SWT semoga Dia (Allah) menyembuhkan tanganku.” Nabi bersabda kepadanya : ”Apa yang menyebabkan tanganmu lumpuh?”, wanita itu menceritakan kepada Rasulullah SAW : ”Ya Rasulullah, pada suatu malam aku bermimpi seakan-akan hari kiamat akan tiba, neraka jahanam telah menyala-menyala dan surga telah terbentang dengan indah. <span id="more-17"></span>Dan saya mengetahui bahwa ibu saya berada didalam neraka jahanam sedang ditangannya terdapat sepotong lemak dan ditangan satunya terdapat sepotong kain lap, dengan kain lap dan lemak itu ibuku menahan panasnya api neraka, maka pada waktu itu saya berkata kepadanya :“Mengapa ibu di dalam jurang api neraka? Bukankah ibu seorang yang ta’at kepada Allah, dan ayah telah merelakan?” Ibu menjawab : “Hai anakku, aku didunia kikir dan disini tempat orang-orang yang kikir”, saya bertanya lagi kepadanya : “Apalah arti lemak dan kain lap yang ada ditangan ibu?”. Ibuku menjawab : “Keduanya ini pernah ibu dermakan sedekah dan saya tidak pernah bersedekah didunia ini kecuali keduanya.”<br />
Saya bertanya : “Dimana ayah?”. “Ayahmu orang dermawan maka dia tinggal bersama orang yang dermawan.” maka sayapun datang kesurga dan ternyata ayah sedang berdiri di telaga bersama engkau ya Rasulullah, dan saya berkata kepada ayah : “Wahai ayahku sungguh ibu dan juga istrimu sekarang berada di neraka terbakar, sedangkan engkau memberi minum orang-orang dari telaga ini, oleh karena itu berilah ibu air minum dari telaga ini ayah.” Kata ayahku “Wahai anakku sesungguhnya Allah telah menghramkan orang-orang yang kikir untuk meminum air telaga dari Nabi Muhammad SAW.”. Maka dengan tanpa izin ayahku aku mengambil air telaga dan memberi ibuku segelas air untuk menghilangkan kehausannya, tiba-tiba suara yang menyeramkan berkata : “Semoga Allah melumpuhkan tanganmu karena engkau telah memberi minum kepada orang yang kikir dari telaga Nabi Muhammad SAW”. Maka saya terbangun dan ternyata tangan saya telah lumpuh seperti ini.<br />
Selanjutnya Sayyidah Aisyah Ra. Berkata :”Setelah Nabi Muhammad SAW mendengar wanita tadi Nabi lalu meletakkan tongkatnya pada wanita itu seraya berdo’a kepada wanita itu : “Ya Allah demi zat-Mu yang mulia dengan pengaduan kebenaran mimpinya yang telah dia ceritakan kepadaku maka sembuhkanlah tangannya, maka tangannya sembuh seperti semula. Demikian cerita keutamaan sedekah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=17&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/di-balik-rahasia-bersedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putus Asanya Syaiton Terhadap Umat Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/putus-asanya-syaiton-terhadap-umat-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/putus-asanya-syaiton-terhadap-umat-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 04:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/putus-asanya-syaiton-terhadap-umat-nabi-muhammad-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika di zaman Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, dikala beliau sedang menuju ke masjid beliau melihat syaiton dalam keadaan muka yang pucat, badannya yang kurus dan pundaknya yang bengkok, lalu Tuan Syekh berkata kepada syaiton tersebut , hai syaiton kenapa muka engkau pucat ?, begini Tuan Syekh aku pucat dikala aku menunggu orangtua yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=16&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika di zaman Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, dikala beliau sedang menuju ke masjid beliau melihat syaiton dalam keadaan muka yang pucat, badannya yang kurus dan pundaknya yang bengkok, lalu Tuan Syekh berkata kepada syaiton tersebut , hai syaiton kenapa muka engkau pucat ?, begini Tuan Syekh aku pucat dikala aku menunggu orangtua yang sedikit lagi mati dan aku menggodanya agar dia mati dalam su’ul khotimah, tetapi aku pucat dikala dia membacakan “Yaa Allah biha Yaa Allah biha Yaa Allah Bi khusnil khotimah” dan aku takut ia mati khusnul khotimah, karena itulah aku pucat.<span id="more-16"></span>Lalu mengapa engkau kurus ?, begini Tuan Syekh aku bangga dan sehat tubuhku bila seorang anak cucu adam dan umat Muhammad dikala ia makan dan minum tidak membaca nama Tuhannya tetapi aku kurus bila ada diantara mereka yang kugoda tetapi setiap ia makan dan minum dia membaca “Bismillahirrahmanirrahiim” , sebab inilah aku menjadi kurus.</p>
<p>Dan mengapa engkau bengkok?, begini Tuan Syekh aku adalah penggoda dan selalu menjadi penggoda, kuberatkan ia untuk shalat, puasa, dan menginggat Allah khususnya ku goda bagi mereka yang muda, kumasuki hawa nafsunya untuk tidak sujud kepada Tuhannya dan tidak mencintai kepada Nabinya, aku merasa terbebani bila ada seorang pemuda yang ku goda langkahnya dan ku goda nafsunya untuk jauh dari ilmu tetapi ia melawannya dan bengkoklah aku dikala ia duduk dimajlis ilmu menyebut-nyebut nama Tuhannya dan menyebut-nyebut nama Muhammad, terbebani aku terbebani seakan aku membawa gunung di pundakku, tapi ingatlah wahai Tuan Syekh jika ia melanggar perintah Allah dan Muhammad Rasulnya ketahuilah bahwa aku adalah sahabat dekatnya dan tidak akan aku biarkan ia bersamamu, maka Tuan Syekh berkata “aku berlindung dari godaan syaiton yang terkutuk”,enyahlah engkau ! maka tertawalah ia (syaiton) lalu pergi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=16&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/09/putus-asanya-syaiton-terhadap-umat-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayyidah Nafisah Guru Imam Syafi’i</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/sayyidah-nafisah-guru-imam-syafi%e2%80%99i/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/sayyidah-nafisah-guru-imam-syafi%e2%80%99i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 11:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/sayyidah-nafisah-guru-imam-syafi%e2%80%99i/</guid>
		<description><![CDATA[Sayyidah Nafisah adalah putri Hasan al-Anwar bin Zaid bin Hasan bin Ali dan Sayyidah Fathimah az-Zahra&#8217;, putri Rasululullah Saw. Sayyidah Nafisah dilahirkan di Mekah al-Mukarramah, 11 Rabiul awal 145 H. Pada tahun 150 H, Hasan menjabat sebagai Gubernur Madinah dan ia membawa Sayyidah Nafisah yang baru berusia lima tahun ke Madinah. Di sana Sayyidah Nafisah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=15&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Sayyidah Nafisah adalah putri Hasan al-Anwar bin Zaid bin Hasan bin Ali dan Sayyidah Fathimah az-Zahra&#8217;, putri Rasululullah Saw. Sayyidah Nafisah dilahirkan di Mekah al-Mukarramah, 11 Rabiul awal 145 H. Pada tahun 150 H, Hasan menjabat sebagai Gubernur Madinah dan ia membawa Sayyidah Nafisah yang baru berusia lima tahun ke Madinah. Di sana Sayyidah Nafisah menghafal Al-Qur&#8217;an, mempelajari tafsirnya dan senantiasa menziarahi makam datuknya, Rasulullah Saw.<br />
<span id="more-15"></span>Sayyidah Nafisah terkenal zuhud, berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk bertahajud dan beribadah kepada Allah SWT. Sayyidah Nafisah mulai umur enam tahun selalu menunaikan salat fardu dengan teratur bersama kedua orang tuanya di Masjid Nabawi. Sayyidah Nafisah menikah dengan putra pamannya, Ishaq al-Mu&#8217;tamin. Pernikahan itu berlangsung pada tanggal 5 Rajab 161 H. Umur Sayyidah Nafisah ketika itu 16 tahun. Ia dikaruniai seorang putra bernama al-Qasim dan seorang putri bernama Ummu Kultsum. Sayyidah Nafisah menunaikan ibadah haji sebanyak tiga puluh kali, sebagian besar ia lakukan dengan berjalan kaki. Hal tersebut dilakukan karena meneladani datuknya, Imam Husain yang pernah mengatakan, &#8220;Sesungguhnya aku malu kepada Tuhanku jika aku menjumpai-Nya di rumah-Nya dengan tidak berjalan kaki.&#8221; Riwayat-riwayat tentang Sayyidah Nafisah kebanyakan dinisbahkan kepada putri saudaranya, Zainab binti Yahya al-Mutawwaj, yang selalu menyertai dan menemaninya sepanjang hidupnya, serta tidak mau menikah karena ingin selalu melayani dan menyenangkannya. Zainab binti Yahya, saat berbicara tentang Sayyidah Nafisah, mengatakan, &#8220;Bibiku hafal Al Qur&#8217;an dan menafsirkannya, ia membaca Al Qur&#8217;an dengan menangis sambil berdo’a, &#8216;Tuhanku, Mudahkanlah untukku berziarah ke tempat Nabi lbrahim as.&#8221; Sayyidah Nafisah tahu bahwa Nabi Ibrahim adalah datuk para nabi, jadi datuk dari ayahnya juga, Muhammad Saw. Dan Rasulullah Saw mengatakan, &#8220;Akulah yang dimaksud dalam do’a Ibrahim as ketika berdo’a, “Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang rasul di antara mereka yang akan membacakan ayat-ayat Mu kepada mereka dan akan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka serta akan membersihkan mereka; sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Baqarah: 129)<br />
Hijrah ke Mesir<br />
Ketika Sayyidah Nafisah menziarahi makam Nabi Ibrahim as, ia ingin menangis. Lalu ia duduk dengan khusyuk membaca Al-Qur&#8217;an surat Ibrahim: 35-37. Hari Penyambutan di Kota al-Arisy Ketika Sayyidah Nafisah datang ke Mesir, usianya 48 tahun. Ia tiba pada hari Sabtu, 26 Ramadan 193 H. Sewaktu orang-orang Mesir mengetahui kabar kedatangannya, mereka pun berangkat untuk menyambutnya di kota al-Arisy, lalu bersama-sama dengannya memasuki Mesir. Sayyidah Nafisah ditampung oleh seorang pedagang besar Mesir yang bernama Jamaluddin &#8216;Abdullah al Jashshash, di rumah ini Sayyidah Nafisah tinggal selama beberapa bulan. Penduduk Mesir dari berbagai pelosok negeri berdatangan ke tempatnya untuk mengunjungi dan mengambil berkah darinya. Nafisah khawatir, hal itu akan menyulitkan pemilik rumah. la pun meminta izin untuk pindah ke rumah yang lain. la kemudian memilih sebuah rumah yang khusus untuknya di sebuah kampung di belakang Mesjid Syajarah ad-Durr di jalan al-Khalifah. Kampung itu sekarang dikenal dengan nama al-Hasaniyyah. Penduduk Mesir yang telah mengetahui rumah baru yang ditempati oleh Sayyidah Nafisah, segera mendatanginya. Nafisah merasa dengan banyaknya orang yang mengunjunginya, benar-benar menyulitkannya untuk beribadah. Ia berpikir untuk meninggalkan Mesir dan kembali ke Madinah. Orang-orang mengetahui rencana Nafisah untuk meninggalkan Mesir. Mereka segera kepenguasa Mesir, as-Sirri bin al-Hakam, dan memintanya agar meminta Sayyidah Nafisah untuk tetap tinggal di Mesir. As-Sirri bin al-Hakam kemudian mendatangi Sayyidah Nafisah. Kepada as-Sirri, Sayyidah Nafisah berkata, Dulu, saya memang ingin tinggal di tempat kalian, tetapi aku ini seorang wanita yang lemah. Orang-orang yang mengunjungiku sangat banyak, sehingga menyulitkanku untuk melaksanakan wirid dan mengumpulkan bekal untuk akhiratku. Lagi pula, rumah ini sempit untuk orang sebanyak itu. Selain itu, aku sangat rindu untuk pergi ke raudhah datukku, Rasulullah Saw.&#8221; Maka as-Sirri menanggapinya, &#8220;Wahai putri Rasulullah, aku jamin bahwa apa yang engkau keluhkan ini akan dihilangkan. Sedangkan mengenai masalah sempitnya rumah ini, maka aku memiliki sebuah rumah yang luas di Darb as-Siba&#8217; Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku memberikan itu kepadamu. Aku harap engkau mau menerimanya dan tidak membuatku malu dengan menolaknya.&#8221; Setelah lama terdiam, Sayyidah Nafisah berkata, &#8216;Ya, saya menerimanya.&#8221; Kemudian ia Mengatakan, Wahai Sirri, apa yang dapat aku perbuat terhadap jumlah orang yang banyak dan rombongan yang terus berdatangan? “Engkau dapat membuat kesepakatan dengan mereka bahwa waktu untuk pengunjung adalah dua hari dalam seminggu. Sedangkan hari-hari lain dapat engkau pergunakan untuk ibadahmu, jadikanlah hari Rabu dan Sabtu untuk mereka,&#8221; kata as-Sirri lagi. Sayyidah Nafisah menerima tawaran itu. Ia pun pindah ke rumah yang telah diberikan untuknya dan mengkhususkan waktu untuk kunjungan pada hari Rabu dan Sabtu setiap minggu.<br />
Seorang Guru bagi para ulama Sufi, Fuqoha dan Muhadistin.<br />
Perjumpaan Imam Syafi’i Ra dengan Sayyidah Nafisah Di rumah ini, Sayyidah Nafisah dikunjungi oleh banyak fuqaha, tokoh-tokoh tasawuf, dan orang-orang saleh. Di antara mereka adalah Imam Syafi’i, Imam &#8216;Utsman bin Sa’id al-Mishri, Dzun Nun al-Mishri, Al Mishri as-Samarqandi, Imam Abubakar al-Adfawi dan banyak ulama lain. Imam Syafi’i datang ke Mesir pada tahun 198 H, lima tahun setelah kedatangan Sayyidah Nafisah. Imam syafi’i tinggal di Mesir lebih dari empat tahun. Di sana ia mengarang kitab-kitabnya. Namanya menjadi terkenal karena orang-orang menerima dan mencintainya, dan tersebarlah mazhabnya di tengah-tengah mereka. Di Mesir ia menyusun pendapat mazhabnya yang baru (qaul jadid), yang disusunnya karena adanya perubahan kondisi dan kebiasaan. Hal itu dimuat dalam kitabnya al-Umm. Ketika Imam Syafi’i datang ke Mesir, ia telah menjalin hubungan dengan Sayyidah Nafisah. Hubungan keduanya diikat oleh keinginan untuk berkhidmat kepada akidah Islam. Imam Syafi’i biasa mengunjungi Sayyidah Nafisah bersama beberapa orang muridnya ketika berangkat menuju halaqah-halaqah pelajarannya di sebuah masjid di Fusthath, yaitu Mesjid &#8216;Amr bin al-&#8217;Ash. Imam Syafi’i biasa melakukan salat Tarawih dengan Sayyidah Nafisah di mesjid Sayyidah Nafisah. Walaupun Imam Syafi&#8217;i memiliki kedudukan yang agung, tetapi jika ia pergi ke tempat Sayyidah Nafisah, ia meminta do’a kepada Nafisah dan mengharap berkahnya. Imam Syafi&#8217;i juga mendengarkan hadist darinya. Bila sakit, Imam Syafi’i mengutus muridnya sebagai penggantinya. Utusan itu menyampaikan salam Imam Syafi&#8217;i dan berkata kepada Sayyidah Nafisah, &#8220;Sesungguhnya putra pamanmu, Syafi&#8217;i, sedang sakit dan meminta doa kepadamu.&#8221; Sayyidah Nafisah lalu mengangkat tangannya ke langit dan mendoakan kesembuhan untuknya. Maka ketika utusan itu kembali, Imam Syafi’i telah sembuh. Suatu hari, Imam Syafi’i menderita sakit. Seperti biasanya, ia mengirim utusan untuk memintakan doa dari Sayyidah Nafisah baginya. Tetapi kali ini Sayidah Nafisah berkata kepada utusan itu, &#8220;Allah membaguskan perjumpaan-Nya dengannya dan memberinya nikmat dapat memandang wajah-Nya yang mulia.&#8221; Ketika utusan itu kembali dan mengabarkan apa yang dikatakan Sayyidah Nafisah, Imam Syafi’i tahu bahwa saat perjumpaan dengan Tuhannya telah dekat. Imam Syafi’i berwasiat agar Sayyidah Nafisah mau menyalatkan jenazahnya bila ia wafat. Ketika Imam Syafi’i wafat pada akhir Rajab tahun 204 H, Sayyidah Nafisah melaksanakan wasiatnya. Jenazah Imam Syafi’i dibawa dari rumahnya di kota Fusthath ke rumah Sayyidah Nafisah, dan di situ ia menyalatkannya. Yang menjadi Imam adalah Abu Ya&#8217;qub al Buwaithi, salah seorang sahabat Imam Syafi’i.<br />
Kepergian Seorang Waliyah<br />
Sayyidah Nafisah terkenal sebagai seorang yang zuhud, dan suka beribadah sepanjang hayatnya. Zainab, kemenakan Sayyidah Nafisah, pernah ditanya, &#8220;Bagaimana kekuatan bibimu?&#8221; Ia menjawab, Ia makan sekali dalam tiga hari. Ia memiliki keranjang yang digantungkan di depan musalanya. Setiap kali ia meminta sesuatu untuk dimakannya, ia dapatkan di keranjang itu. Ia tidak mau mengambil sesuatu selain milik suaminya dan apa yang dikaruniakan Tuhan kepadanya.&#8221; Salah seorang penguasa pernah memberikan seratus ribu dirham kepadanya dengan mengatakan, &#8220;Ambillah harta ini sebagai tanda syukur saya kepada Allah karena saya telah bertobat&#8221;. Nafisah mengambil uang itu kemudian membagi-bagikannya kepada fakir miskin, orang jompo dan orang yang membutuhkannya sampai habis. Menggali Kuburnya dengan tangannya sendiri Ketika Sayyidah Nafisah merasa ajalnya telah dekat, ia mulai menggali kuburnya sendiri. Kubur itu berada di dalam rumahnya. Ia turun ke dalamnya untuk memperbanyak ibadah dan mengingat akhirat. Al-Allamah al-Ajhuri mengatakan, Nafisah mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an di dalam kubur yang telah digalinya sebanyak enam ribu kali dan menghadiahkan pahalanya untuk kaum Muslimin yang telah wafat. Ketika sakit, ia menulis surat kepada suaminya, Ishaq al Mu&#8217;tamin, yang sedang berada di Madinah dan memintanya datang. Suaminya pun datang bersama kedua anak mereka, al-Qasim dan Ummu Kultsum. Pada pertengahan pertama bulan Ramadan 208 H, sakitnya bertambah parah, sedangkan ia dalam keadaan berpuasa. Orang-orang menyarankannya untuk berbuka demi menjaga kekuatan dan mengatasi sakit yang dideritanya. Ia pun menjawab, &#8220;Sungguh aneh! Selama tiga puluh tahun aku meminta kepada Allah agar Ia mewafatkan aku dalam keadaan berpuasa. Maka bagaimana mungkin aku berbuka sekarang? Aku berlindung kepada Allah. Hal itu tidak boleh terjadi selamanya&#8221;. Kemudian ia membaca surah al-An&#8217;am. Ketika sampai pada ayat, &#8220;Untuk mereka itu kampung keselamatan (surga) di sisi Tuhan mereka. Dia penolong mereka berkat amalan yang mereka perbuat,&#8221; (QS. al-An&#8217;am: 127) Nafisah lalu mengucapkan kalimat syahadat, dan naiklah rohnya keharibaan Tuhannya Yang Maha Tinggi, berjumpa dengan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Sebelumnya Nafisah berwasiat kepada suaminya untuk memindahkan jasadnya yang suci dalam peti ke Madinah untuk dimakamkan di sana bersama keluarganya di Baqi&#8217;. Namun, penduduk Mesir menentangnya dan menginginkan agar ia dimakamkan di kubur yang telah digalinya dengan tangannya sendiri. Penduduk Mesir mengumpulkan harta yang banyak, lalu menyerahkannya kepada suami Sayyidah Nafisah seraya meminta agar jenazahnya tetap berada di Mesir. Namun suaminya enggan menerima permintaan itu. Malam itu pun mereka lewati dalam keadaan menderita, padahal mereka orang-orang terkemuka. Mereka tinggalkan harta mereka di tempat Sayyidah Nafisah. Ketika pagi, mereka mendatanginya lagi. Akhirnya suami Sayyidah Nafisah memenuhi pemintaan mereka untuk memakamkan istrinya di tempat mereka, namun ia mengembalikan harta mereka. Mereka bertanya kepadanya tentang hal itu. Ia menjawab, &#8220;Aku melihat Rasulullah Saw dalam mimpi. Beliau berkata kepadaku, Wahai Ishaq, kembalikan kepada mereka harta mereka dan makamkanlah ia di tempat mereka.&#8221;<br />
Keramat Sayidah Nafisah<br />
Keramat Sayyidah Nafisah Keramat-keramat yang dinisbahkan kepada Sayyidah Nafisah baik waktu hidup atau sesudah wafatnya sangat banyak. Di antara keramatnya yang terjadi ketika masih hidup, adalah yang berhubungan dengan kesembuhan seorang gadis Yahudi dari penyakit lumpuh. Diceritakan bahwa ketika Sayyidah Nafisah datang ke Mesir, ia tinggal bertetangga, dengan satu keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak gadis yang lumpuh. Pada suatu hari, ibu si gadis ingin pergi untuk suatu keperluan. Maka ia tinggalkan anaknya di tempat Sayyidah Nafisah. Ia meletakkan anaknya pada salah satu tiang dari rumah Sayyidah Nafisah. Ketika Sayyidah Nafisah berwudlu, air wudlunya jatuh ke tempat gadis Yahudi yang lumpuh itu. Tiba-tiba Allah memberikan ilham kepada gadis Yahudi itu agar mengambil air wudlu tersebut sedikit dengan tangannya dan membasuh kedua kakinya dengan air itu. Maka dengan izin Allah, anak itu dapat berdiri dan lumpuhnya hilang. Saat itu terjadi, Sayyidah Nafisah sudah sibuk dengan salatnya. Ketika anak itu tahu ibunya telah kembali dari pasar, ia pun mendatanginya dengan berlari dan mengisahkan apa yang telah terjadi. Maka menangislah si ibu karena sangat gembiranya, lalu berkata, &#8220;Tidak ragu lagi, agama Sayyidah Nafisah yang mulia itu sungguh-sungguh agama yang benar!&#8221; Kemudian ia masuk ke tempat Sayyidah Nafisah untuk menciumnya. Lalu ia mengucapkan kalimat syahadat dengan ikhlas karena Allah. Kemudian datang ayah si gadis yang bernama Ayub Abu as-Saraya, yang merupakan seorang tokoh Yahudi. Ketika ia melihat anak gadisnya telah sembuh, dan mengetahui sebab sembuhnya maka ia mengangkat tangannya ke langit dan berkata, &#8220;Maha Suci Engkau yang memberikan petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki dan menyesatkan orang yang Engkau kehendaki. Demi Allah, inilah agama yang benar&#8221;. Kemudian ia menuju rumah Sayyidah Nafisah dan meminta izin untuk masuk. Sayyidah Nafisah mengizinkanya. Ayah si gadis itu berbicara, kepadanya dari balik tirai. Ia berterima kasih kepada Sayyidah Nafisah dan menyatakan masuk Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat. Kisah itu kemudian menjadi sebab masuk Islamnya sekelompok Yahudi yang lain yang tinggal bertetangga dengannya. Diriwayatkan oleh al-Azhari dalam kitab al-Kawakib as-Sayyarah: Ada seorang wanita tua yang memiliki empat anak gadis. Mereka dari minggu ke minggu makan dari hasil tenunan wanita itu. Sepanjang waktu ia membawa tenunan yang dihasilkannya ke pasar untuk dijualnya; setengah hasilnya digunakannya membeli bahan untuk ditenun sedangkan setengah sisanya digunakan untuk biaya makan minum mereka. Suatu ketika, wanita itu membawa tenunannya yang ditutupi kain yang sudah lusuh berwarna merah ke pasar sebagaimana biasanya. Tiba-tiba seekor burung merusaknya dan menyambar kain itu beserta isinya yang merupakan hasil usahanya selama seminggu. Menyadari musibah yang menimpanya, wanita itu pun jatuh pingsan. Ketika sadar, ia duduk sambil menangis. Ia berpikir bagaimana akan memberi makan anak-anak yatimnya. Orang-orang kemudian memberikan petunjuk kepadanya agar menemui Sayyidah Nafisah. Ia pun pergi ke tempat Sayyidah Nafisah dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya seraya meminta doa kepadanya. Sayyidah Nafisah lalu berdoa, &#8220;Wahai Allah, wahai Yang Maha Tinggi dan Maha Memiliki, gantikanlah untuk hamba-Mu ini apa yang telah rusak. Karena, mereka adalah makhluk-Mu dan tanggungan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.&#8221; Kemudian ia berkata kepada wanita tua itu, &#8220;Duduklah, sesungguhnva Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.&#8221; Maka duduklah wanita itu menantikan kelapangan atas musibahnya, sementara hatinya terus menangisi anak-anaknya yang masih kecil. Tidak berapa lama kemudian, datanglah sekelompok orang menemui Sayyidah Nafisah. Kemudian mereka berkata kepadanya, &#8220;Kami mengalami kejadian yang aneh.&#8221; Berceritalah mereka kepadanya tentang apa yang mereka alami. Mereka sedang mengadakan perjalanan di laut ketika tiba-tiba terjadi kebocoran dan perahu itu nyaris tenggelam. Tiba-tiba datang seekor burung yang menempelkan kain merah berisi tenunan di lobang itu sehingga lobang tersebut tersumbat dengan izin Allah. Sebagai tanda syukur kepada Allah, mereka memberikan lima ratus dinar kepada Sayyidah Nafisah. Maka menangislah Sayyidah Nafisah, seraya mengatakan, Tuhanku, Penolongku, alangkah kasih dan sayangnya Engkau kepada hamba-hamba-Mu!&#8221; Sayyidah Nafisah segera mendatangi wanita tua tadi dan bertanya kepadanya berapa ia menjual tenunannya. &#8220;Dua puluh dirham,&#8221; jawabnya. Sayyidah Nafisah memberinya lima ratus dinar. Wanita itu mengambil uang tersebut, lalu pulang ke rumahnya. Kepada putri-putrinya, ia menceritakan kejadian yang ia alami. Mereka semua datang menemui Sayyidah Nafisah serta mengambil berkah darinya seraya menawarkan diri untuk menjadi pelayannya. Keramat-keramatnya Setelah Wafat Kerarnat-keramat Sayyidah Nafisah setelah wafat juga banyak. Di antaranya, pada tahun 638 H, beberapa pencuri menyelinap ke mesjidnya dan mencuri enam belas lampu dari perak. Salah seorang pencuri itu dapat diketahui, lalu dihukum dengan diikat pada pohon. Hukuman itu dilaksanakan di depan mesjid agar menjadi pelajaran bagi yang lain. Pada tahun 1940, seseorang yang tinggal di daerah itu bersembunyi di mesjid itu pada malam hari. Ia mencuri syal dari Kasymir yang ada di makam itu. Namun, ia tidak menemukan jalan keluar dari mesjid itu dan tetap terkurung di sana sampai pelayan mesjid datang di waktu subuh dan menangkapnya. Allahu Akbar. Allahu Akbar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=15&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/sayyidah-nafisah-guru-imam-syafi%e2%80%99i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maulid Rasulullah SAW</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/maulid-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/maulid-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 10:55:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/maulid-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Maulid adalah gambaran atau biografi seseorang, sedangkan maulid Rasul adalah kelahirannya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman : &#8221; Taatlah engkau kepada KU dan kepada Rasul &#8220;. Bagaimana kita mengenal Rasulnya Allah SWT : maka, para ulama-ulama menggambarkan pandangan mereka dengan mengutip kebesaran Rasulullah SAW dengan bentuk buku-buku mereka yang dinamai buku Maulid. Allah SWT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=14&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maulid adalah gambaran atau biografi seseorang, sedangkan maulid Rasul adalah kelahirannya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman : &#8221; Taatlah engkau kepada KU dan kepada Rasul &#8220;. Bagaimana kita mengenal Rasulnya Allah SWT : maka, para ulama-ulama menggambarkan pandangan mereka dengan mengutip kebesaran Rasulullah SAW dengan bentuk buku-buku mereka yang dinamai buku Maulid.<br />
<span id="more-14"></span>Allah SWT berfirman : &#8220;Dan pada dirimu ya Muhammad contoh tauladan yang besar &#8220;. Firman Allah tersebut menjadikan para ulama lebih kuat, mereka menginginkan apa-apa yang dimaksudkan firman Allah SWT diatas dengan menjabarkan atau membahas biografi Rasulullah SAW. Maka mereka mengutip dengan buku-buku maulid yang kita kenal dengan kutipan-kutipan mereka diantaranya :<br />
1. Maulid Syariful Anam<br />
2. Maulid Ad-Diba&#8217;i<br />
3. Maulid Al-A&#8217;zab<br />
4. Maulid Barzanji<br />
5. Maulid Simtudduror<br />
6. Maulid Ad-Dia&#8217;ullami, dll.<br />
Isi dari Maulid mereka sama menjelaskan kepribadian Rasulullah SAW, karena Allah SWT berfirman : &#8221; Tidaklah Aku utus engkau ya Muhammad, karena engkau rahmat semesta alam &#8220;.<br />
Apa yang disebut dengan Rahmat ? &#8220;Rahmat adalah Kasih sayang Allah yang dalam firmannya Raufurrahim = Pemaaf atau penyayang, tanda ini jelas bahwa maulid adalah pujian-pujian Allah SWT kepada Rasulullah yang sudah ada di dalam Al Qur&#8217;an yang lebih dijelaskan dalam buku Maulid, karena Allah SWT berfirman : &#8221; Sesungguhnya Aku (Allah SWT) dan para malaikatku (Allah SWT) bershalawat kepada Rasululah SAW, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada Rasulullah SAW&#8221;.<br />
Apa maksud Shalawat ? &#8220;Shalawat adalah pujian &#8220;, Shalawat kepada Rasulullah berarti memuji Rasulullah. Allah SWT telah memuji Rasulullah SAW, dalam firman diatas dan telah menyuruh kepada malaikat maupun manusia untuk memuji Rasulullah SAW. Banyak pujian-pujian Allah SWT di dalam Al Qur&#8217;an menggambarkan kemuliaan Rasulullah, berarti memuji Rasulullah adalah perintah Allah yang harus ditaati sampai kita didalam shalat pun membawa pujian kepada Rasulullah SAW dengan bershalawat kepadanya, menandakan betapa cintanya Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.<br />
Inti Maulid adalah Manusia harus mencontoh manusia yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad SAW bersabda : &#8221; Aku anak cucu Adam yang tak membanggakan diriku &#8220;. Jelas pujian tersebut bukan keinginan Rasulullah SAW, tetapi keinginan Allah SWT untuk seluruh hambanya memuji Rasulullah SAW.<br />
Nabi bersabda : &#8221; Barang siapa yang memujiku maka akan kulemparkan pasir &#8220;. lalu Allah SWT berfirman : &#8221; Wahai orang-orang yang beriman pujilah Rasulullah SAW &#8220;. Kerendahan diri Rasulullah SAW telah terbukti diatas, bahwa pujian-pujian itu datangnya dari Allah SWT bukan keinginan Rasulullah SAW, berarti memuji Rasulullah SAW mengikuti keinginan Allah SWT (Perintah) dan siapa yang melanggar perintahnya berarti dia berpaling dari kebesaran Allah SWT, berarti pembacaan Maulid atau Shalawat adalah perintah Allah SWT atas hambanya untuk memuji Rasulullah SAW.<br />
Yang Akhirnya Rasulullah SAW bersabda : &#8221; Barang siapa yang bershalawat kepadaku maka Allah SWT akan menurunkan rahmat 10 kepadanya, dan mengampuni 10 dosanya, dan mengangkat 10 derajatnya &#8221; (Riwayat Bukhari dan Muslim).<br />
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang berkaitan dengan seseorang membaca Maulid atau bershalawat kepada Rasulullah SAW. Di zaman yang modern ini banyak sebagian kelompok mengharamkan atau membid&#8217;ahkan Maulid dan Shalawat kepada Rasulullah SAW, dikarenakan pemikiran mereka yang pendek tentang nabi Muhammad SAW dan pengetahuan mereka yang tidak kuat didalam Al Qur&#8217;an, karena tidak ada didalam Al Qur&#8217;an ayat yang menerangkan haramnya membaca Maulid atau Bid&#8217;ahnya membaca Shalawat, karena mereka dibekali ilmu-ilmu orang Yahudi dan Nasrani, karena ketidak mampuannya menjatuhkan nama nabi Muhammad SAW, dari dulu sampai sekarang mereka mencari bagaimana cara untuk merusak agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT berfirman : &#8220;Sesunguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah Ridho (kepada ajaran Nabi Muhammad SAW) sebelum umat itu mengikuti ajaran Yahudi dan Nasrani &#8220;<br />
Dari rangkuman hasil diatas maka terbukti bahwa gerak gerik orang-orang Yahudi dan Nasrani telah memasuki tubuh Islam untuk menghancurkan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT berfirman : &#8220;Agama yang diterima oleh Allah SWT adalah agama Islam&#8221;.<br />
Maka kita akan mengenal islam dengan mengenal biografi Rasulullah SAW dengan pembacaan Maulid bukan ajaran orang-orang Yahudi dan nasrani yang menyangkal tentang biografi Nabi Muhammad SAW dalam rangkuman Maulid.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=14&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/08/maulid-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merindukan Allah</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/05/merindukan-allah/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/05/merindukan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Ketika malam telah larut, alam fikiranku melayang mengembara kearah kegelapan malam, fikiranku menerawang kesebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, didalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur, alangkah tak berdayanya tubuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=13&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika malam telah larut, alam fikiranku melayang mengembara kearah kegelapan malam, fikiranku menerawang kesebuah kuburan yang kaku, gundukan tanah merah yang dingin, perut bumi yang menjadi kediamanku kelak, didalamnya tak lain cacing dan serangga pemakan bangkai, tubuhku yang tak mampu menepis binatang yang menggerogotiku dan menjadikan tubuhku sarang dan tempat bertelur, alangkah tak berdayanya tubuh ini, sahabatku meninggalkanku, anak istriku meninggalkanku, orangtuaku meninggalkanku, <span id="more-13"></span>semua orang yang kukenal melupakanku, mereka tak mau ikut mati bersamaku, mereka tak mau tahu lagi apa yang menimpaku dikuburku, mereka tak mau walau hanya menepiskan cacing yang menggerogoti tubuhku, mereka tak perduli lagi tubuhku membusuk sedikit demi sedikit, hingga tubuhku hancur dan berbau, hingga tubuhku menjadi tulang, lalu habis musnah menjadi tanah?, kemana aku akan pergi, ruhku akan melayang memenuhi panggilan Penciptaku.Wahai Allah, tak ada selain Mu, Engkaulah yang akan menepiskan semua serangga yang mendekati tubuhku, akan Kau jaga tubuhku yang masuk dalam perut Bumi, Engkau mendengar jeritan hatiku yang merindukan Mu, maka dengarlah Wahai yang menciptakan harapan, wahai yang menciptakan segala kerinduan, wahai yang menciptakan keinginan untuk mengadu, kulontarkan kalimat yang kini hampir memecahkan kalbuku, Aku tak mempunyai selain Mu untuk mengadu, untuk menolong, untuk memberi, untuk diharapkan, untuk bergerak, untuk bernafas, untuk berucap, untuk bersuara, untuk mendengar, untuk melihat, untuk melangkah, untuk bergerak, untuk berfikir, untuk makan, untuk minum, untuk tersenyum, untuk bergembira, untuk segala galanya, selain Mu, semua yang kumiliki, dan yang tak kumilki adalah milik Mu, tubuhku milik Mu, makananku milik Mu, semua yang kulihat milik Mu, semua yang kudengar Milik Mu, semua yang kuuucapkan milik Mu, semua langkahku milik Mu, setiap nafasku milik Mu, setiap detak jantungku milik Mu, perasaanku milik Mu, kerinduanku milik Mu, harapanku milik Mu, kesedihanku milik Mu, kegembiraanku milik Mu, alangkah indahnya wahai Rabb, Karena Engkau memilikiku, Engkau menggenggam diriku, Engkau mengaturku, Engkau menjagaku, Engkau melindungiku, Engkau mengayomiku, Engkau melimpahkan kelembutan Mu padaku, aku merindukan Mu wahai Allah, Engkau memanggilku agar aku dekat kepada Mu wahai Allah?</p>
<p>Wahai yang menciptakan cinta kasih di seluruh kalbu hamba Nya, Engkau menghendaki aku mencintai Mu wahai Allah.., wahai yang menciptakan lidah saling menyebut nama nama hamba Nya, Engkau menghendaki aku menyebut nama Mu wahai Allah?, wahai yang menciptakan segala yang indah, keindahan yang terlihat dan yang tak terlihat, keindahan yang terdengar dan tak terdengar, keindahan yang terucapkan dan tak terucapkan, keindahan yang terasa dan tak dapat dirasa, keindahan yang diketahui dan yang tak diketahui, keindahan yang tersaksikan dan yang tersembunyi, semua keindahan itu berasal dari keindahan Mu wahai Allah, maka betapa indahnya Engkau .., betapa lembutnya Engkau ?</p>
<p>Maka Wahai Pencipta Keindahan, Wahai Pencipta Kelembutan, Wahai Pencipta Kasih sayang, sebagaimana Engkau perlihatkan keindahan yang ada pada makhluk Mu, sebagaimana Engkau perlihatkan kelembutan yang ada pada makhluk Mu, sebagaimana Engkau perlihatkan kasih sayang yang ada pada makhluk Mu, maka perlihatkan padaku Keindahan Mu wahai Allah?, perlihatkan kelembutan Mu wahai Allah.., perlihatkan kasih sayang Mu wahai Allah?, walau hanya berupa harapan, walau hanya berupa sangkaan, walau hanya berupa khayalan, walau hanya berupa kerinduan, walau hanya berupa keinginan, walau hanya berupa airmata, walau hanya berupa pemberian, walau hanya berupa lamunan, walau hanya berupa kemudahan, walau hanya berupa pertolongan, asalkan aku mengetahui bahwa itu datang dari kelembutan Mu, datang dari kasih sayang Mu, datang dari keindahan Mu, alangkah kecewa hamba yang hanya memiliki harapan, hamba yang hanya memiliki khayalan, hamba yang hanya memiliki lamunan, hamba yang hanya memiliki kerinduan, hamba yang hanya ingin dekat, hamba yang hanya mendambakan kelembutan, hamba yang hanya mendambakan ayoman, hamba yang hanya mendambakan kasih sayang, sedangkan modal semua harapanku hanyalah airmata, apakah ia harus dikecewakan oleh yang Maha tak mengecewakan, alangkah hancur perasaannya kalau kerinduannya ditolak oleh yang Maha tak menolak kerinduan, alangkah berkeping kepingnya kecintaannya, bila keinginannya untuk dekat tertolak oleh yang Maha tak menolak hamba Nya yang ingin dekat, itu semua tak ada pada dzat Mu, itu semua tak ada dalam sifat Mu, itu semua tak ada pada perbuatan Mu, apalagi yang membuatku tertolak sedangkan Engkau yang Maha menerima, apalagi yang membuatku tersingkir sedangkan Engkau yang Maha merangkul, apalagi yang membuatku terjauhkan, sedangkan Engkaulah yang maha mendekatkan, salahkah aku merindukan Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan kerinduanku pada Mu, salahkah aku menginginkan dekat pada Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan keinginanku untuk dekat kepada Mu, salahkah aku merasa tenggelam dalam samudra Kelembutan Mu, sedangkan Engkaulah yang menciptakan perasaa itu dihatiku.</p>
<p>Wahai Allah.., wahai yang menamakan diri Nya Allah?, wahai yang menginginkan nama Nya dipanggil Allah, wahai yang menginginkan lidahku memanggil Dzat Nya dengan panggilan Allah, wahai yang menginginkan aku mengharapkan Nya dg mengingat nama Allah, wahai yang menciptakan lidahku bergetar menyebut Nama Allah?, wahai yang memberikan kemampuan pada jemariku menuliskan nama Allah.., maka dengan kemauan Mu kusebut namamu Allah.., dengan keinginan Mu kurindukan Engkau Allah.., dengan keinginan Mu aku ingin dekat kepada Mu wahai Allah?, salahkah aku berkeinginan, salahkah aku merindukan, salahkah aku ingin dekat, sedangkan semua getaran kalbuku itu adalah keinginan Mu wahai Allah?, maka sebagaimana Kau jadikan cacing merangkak tanpa tangan dan kaki, maka jadikan aku merangkak kepadamu tanpa hambatan, sebagaimana Kau jadikan anjing najis bertasbih mensucikan Mu, maka jadikan aku pendosa hina yang mendambakanmu, sebagaimana kaujadikan air mengalir menjadi beku, maka jadikan harapanku mengalir kearah Mu dan membeku dipintu Mu, sebagaimana Kau jadikan gunung batu menjadi debu, maka jadikan seluruh kesalahanku menjadi debu dihadapan Keagungan Mu, sebagaimana Kau jadikan bumi perkasa terinjak injak, maka jadikan hawa nafsuku terinjak injak kerinduanku kepada Mu, sebagaimana Kau jadikan Raja berwibawa terkalahkan dan terhinakan, maka jadikan kesombonganku terhinakan oleh kewibawaan Mu, sebagaimana kau jadikan sesuatu yang bergerak menjadi diam, maka jadikan tubuhku yang bergerak berubah diam dari segala yang tak Kau ridhai, sebagaimana kau jadikan semua yang ada menjadi fana, maka jadikanlah gunung dosa ini fana dalam kelembutan Mu, sebagaimana kau jadikan yang tak mungkin menjadi kepastian, maka Jadikan semua ketidak mungkinanku untuk dekat menjadi janji kepastian.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=13&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/02/05/merindukan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Dibulan Ramadhan Seperti Lomba Lari Maraton</title>
		<link>http://thereligion.wordpress.com/2008/01/29/ibadah-dibulan-ramadhan-seperti-lomba-lari-maraton/</link>
		<comments>http://thereligion.wordpress.com/2008/01/29/ibadah-dibulan-ramadhan-seperti-lomba-lari-maraton/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 04:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hary Nech....</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thereligion.wordpress.com/2008/01/29/ibadah-dibulan-ramadhan-seperti-lomba-lari-maraton/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan 1426 Hijriah telah datang. Bulan penuh berkah dan anugrah telah kita masuki. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Ibadah di bulan Ramadhan perlu stamina, kekuatan dan daya tahan. Ibadah di bulan Ramadhan dapat kita umpamakan seperti suatu kejuaraan olahraga, sebut saja kejuaraan Ramadhan. Seperti lomba internasional, ada pelatihan intensif/pelatnas, ada uji coba ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=12&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Ramadhan 1426 Hijriah telah datang. Bulan penuh berkah dan anugrah telah kita masuki. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Ibadah di bulan Ramadhan perlu stamina, kekuatan dan daya tahan. Ibadah di bulan Ramadhan dapat kita umpamakan seperti suatu kejuaraan olahraga, sebut saja kejuaraan Ramadhan. Seperti lomba internasional, ada pelatihan intensif/pelatnas, ada uji coba ke luar negeri/try out dan ada persiapan dilapangan/iklimatisasi, maka para pecinta Allah dan rasulNya telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk menyambut Ramadhan.<span id="more-12"></span> Ada yang mempersiapkan diri 3 bulan sebelum Ramadhan, 6 bulan sebelum ramadhan bahkan ada yang sejak Syawal sudah berancang-ancang mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan tahun berikutnya, Masya Allah.Untuk yang persiapan yang 6 bulan dapat kita buat perumpamaan sebagai berikut:<br />
- Bulan 3 yaitu bulan Rabiul awal adalah bulan dimulainya pelatihan intensif/pelatnas, sejak bulan ini, konsentrasi segera ditingkatkan, berbagai ibadah mulai ditingkatkan dan diatur pelaksanaannya secara cermat.<br />
- Bulan Rajab adalah bulan uji coba/try out. Seperti latih tanding dengan lawan yang akan kita hadapi. Kita mencoba menjajal kekuatan lawan dan rintangan yang nantinya akan kita hadapi di pertandingan sebenarnya. Puasa sunnah mulai diperbanyak.<br />
- Bulan sya?ban adalah bulan iklimatisasi. Seolah kita sudah berada di tempat pertandingan. Kita berlatih untuk menyesuaikan kondisi fisik dengan kondisi lapangan. Lawan-lawan dan saingan sudah di depan mata. Kekuatan diri, kekuatan musuh dan medan perlombaan telah dikenali. Di bulan ini, puasa sunnah dilakukan hampir sebulan penuh, mirip puasa Ramadhan<br />
- Bulan Ramadhan. Bulan berlimpahnya keberkahan dan karunia Allah. Bulan yang ditunggu-tunggu, dinanti-nanti, dirindukan kehadirannya sejak Syawal tahun lalu. Sebuah perlombaan besar dibuka bagi seluruh umat Islam tanpa kecuali. Tempat start dan finis perlombaan sama untuk semua peserta, tidak ada diskriminasi. Start dari terbenamnya matahari di akhir Syaban, finis di gemuruh takbir malam 1 Syawal. Perlombaannya sama, berusaha mengisi setiap detik demi detik dibulan ini dengan amal ibadah terbaik.<br />
Ternyata, dalam kejuaraan Ramadhan ini, panitia memberikan banyak keringanan dan berbagai fasilitas penunjang bagi para peserta. Ada berbagai rintangan dalam lomba yang diringankan bahkan dihilangkan. Berbagai bonus disediakan selama perlombaan, bonus itu makin lama makin besar nilainya ketika semakin mendekati akhir perlombaan. Hadiah akhir dirahasiakan oleh Ketua Panitia. Tidak ada yang tahu besarnya hadiah yang akan diterima selain sang Ketua Panitia sendiri. Para peserta tidak ada yang tahu, bahkan peserta paling pintar sekalipun.</p>
<p>Sekarang terserah kepada kita sebagai umat Islam, umatnya Nabi Muhammad saw. untuk ikut apa tidak. Kalau nda ikut, bego banget kan. Ayo ikut aja, lombanya seru, hadiahnya oke, semuanya oke. Tunggu apa lagi, tancep gas coy. Buat loe-loe yang kagak gableg persiapan. Yang kaget, lho kok udah Ramadhan lagi, nggak pape, kagak usah minder, loyo atau patah semangat. Justru di Kejuaraan Ramadhan ini loe bisa berbuat yang terbaik untuk mengganti alias nutupin amal jelek di masa silam. Ini saat terbaik untuk banting setir dari arah pemuasan hawa nafsu dan dunia ke arah ridhanya Allah. Ridhanya Allah bo!</p>
<p>Kebayang nggak sih kalau kita ngebut ngejar ridhanya Allah. Demi Allah, sekali lagi demi Allah, ridhanya Allah seribu kali lebih ngebut mengejar kita. En kalo kita dah dapet entuh yang namenye ridhonya Allah, gilaaa&#8230;.coy, dunia serasa surga. Bahasa Qur-annya Laa khaufun ?alaihim wa laa hum yahzanuun. Asyik banget kan. Bikin ngiler..ler&#8230;ler.</p>
<p>Berikut ini ada sedikit tips-tips buat kamu-kamu yang masih baru mau menyambut Ramadhan. Kagak ada kata telat, setiap satu nafas adalah adalah satu kesempatan yang disediakan Allah untuk bertaubat :<br />
- Cari buku-buku tentang keutamaan Ramadhan, bacalah dengan semangat dan gembira, bacalah kegembiraan para orang-orang saleh dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Rasakan kegembiraan dan berbunga-bunganya hati mereka. Jadikan kegembiraan ini mengalir dari jantungmu ke sekujur tubuhmu mengikuti aliran darahmu.<br />
- Kegembiraan akan menghasilkan energi yang melimpah, gunakan energi ini dengan bijak sampai akhir Ramadhan, dan kalau bisa terus di charge selama ramadhan. Idealnya kegembiraan itu semakin besar ketika kita makin memasuki bulan Ramadhan, namun kegembiraan itu juga bercampur dengan kesedihan karena hari-hari berlalunya Ramadhan makin dekat dan semakin dekat.<br />
- Yang penting dalam bulan Ramadhan ini adalah kesabaran. Daya tahan untuk berkonsentrasi, meluruskan pandangan hati dan niat ke arah Allah. Semakin kuat daya tahan kita dalam konsentrasi ini, makin sukses kita di kejuaraan Ramadhan ini.<br />
- Dapatkan seorang teman yang baik, yang bisa kita jadikan pemicu dan penambah semangat. Ikatkan dirimu kepadanya sehingga engkau bisa ikut mengarungi perlombaan ini dengan lebih mudah.<br />
- Akhirnya, segala sesuatu berpulang dan bergantung kepada Allah swt. Hanya kepada Allah kita menumpukan harapan, semoga Dia memberikan yang terbaik bagi kita di bulan mulia dan barokah ini. Amin.<br />
NB. Kami menulis tentang persiapan Ramadhan ini bukan berarti kami sendiri telah mempersiapkan diri dengan baik. Penulis pun masih lemah dan banyak khilaf. Penulis sekedar unjuk omongan, unjuk isi pikiran. Semoga tulisan ini berguna buat kami sendiri dan juga buat antum semua untuk memacu semangat. Semoga Allah membersihkan dan memperindah niat-niat kita dan semoga Allah mengampuni kami dan antum semua. Amin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thereligion.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thereligion.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thereligion.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thereligion.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thereligion.wordpress.com&amp;blog=2869835&amp;post=12&amp;subd=thereligion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thereligion.wordpress.com/2008/01/29/ibadah-dibulan-ramadhan-seperti-lomba-lari-maraton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/481317bee00d720843d48d51d7bf20c1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hary Nech....</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
